Industri Kertas dan Pulp Tanah Air Masuk 10 Besar Dunia

http://prexer.org/wp-content/uploads/2019/02/2207228IMG-20161115-WA0005780x390.jpgIndustri Kertas dan Pulp Tanah Air Masuk 10 Besar Dunia

Industri kertas dan pulp yang berkembang di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Hal ini dapat dilihat dari kapasitas kertas yang diproduksi yang mencapai 16 juta ton per tahun. Sementara untuk pulp mencapai 11 juta ton per tahun.

industri kertas
industri kertas

Indonesia mengekspor kerta dan pulp ke negara di kawasan
Asia seperti Korea Selatan, China, Arab Saudi, Jepang, dan India. Jika dilihat
secara global, industri kertas Indonesia berada di peringkat enam dan industri
pulp berada di peringkat sepuluh dunia. Namun untuk wilaya Asia sendiri,
Indonesia berada di peringkat keempat untuk industri kertas dan peringkat
ketiga untuk industri pulp.

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengungkapkan
bahwa industri kertas dan pulp di Indonesia akan terus tumbuh hingga akhir tahun
ini. Bahkan APKI memproyeksikan industri tersebut dapat tubuh 5 persen pada
2019. Salah satu alasannya adalah karena pasar tersebut terus terbuka dan
kapasitas produksi kertas dan pulp meningkatan.

Ketua APKI Aryan Warga Dalam mengungkapkan bahwa harga pasar
kedua produk tersebut masih bagus, dan pada tahun ini akan diselenggarakan
pemilu legislatif dan presiden. Sehingga kebutuhan kertas akan terus meningkat.

Meski peluang pasar masih dapat tumbuh, industri kertas dan
pulp di Tanah Air masih menghadapi tantangan berupa tuduhan dumping dari
berbagai negara di antaranya Amerika Serikat, Korea Selatan, Paistan, India,
dan Australia.

Australia dan Amerika Serikat menganggap Indonesia melakukan
praktir Paricular Market Situation (PMS). Tuduhan tersebut disebabkan oleh
kesalahan Amerika Serikat dalam menentukan harga acuan komoditas. AS mengacu
pada harga pulp Malaysia yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Produsen
Indonesia dituding memberikan subsidi atas produk ekspor.

Tjandra Limanjaya: Industri Kertas Indonesia tertinggal

Pengusaha Indonesia Tjandra Limanjaya mengungkapkan bahwa dibandingkan dengan industri kertas yang ada di luar negeri, Indonesia masih jauh tertinggal. Menurutnya, pengolahan kertas di negara lain telah menggunakan cara-cara yang modern mulai dari proses produksi hingga pengolahan limbah.

Meski demikian, Tjandra menjelaskan bahwa industri kertas
dan pulp berkembang cukup pesat di Indonesia. Komponen terbesar dala porduksi
kertas adalah gas. Beberapa tahun yang lalu kebutuhan gas untuk industri di
Indonesia terkendala biaya yang mahal sehingga berpengaruh terhadap produksi
kertas. Berbeda dengan harga gas yang ada di negara-negara lain yang dianggap
lebih murah.

Author Description

Redaksi

No comments yet.

Join the Conversation