Vaksin Palsu Termasuk Kejahatan Besar Ini Hukuman Bagi Irnawati Sutanto dan Terdakwa Lain

http://prexer.org/wp-content/uploads/2019/04/irnawati-sutanto-mirza-vaksin-palsu.pngVaksin Palsu Termasuk Kejahatan Besar Ini Hukuman Bagi Irnawati Sutanto dan Terdakwa Lain

Seperti Mirza Irnawati Sutanto
dan sejumlah penjahat vaksin palsu tersebut telah melanggar Pasal 28 H ayat (1)
UUD 1945. Pasal yang bunyinya, setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan
batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat,
serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Sidang Pengadilan Negeri Bekasi
telah menetapkan hukuman yang beragam terhadap penjahat vaksin palsu yang
beredar di Indonesia. Hukuman yang diterima paling tinggi yaitu hukuman 10
tahun penjara.

Penjahat vaksin palsu juga berada
dalam kategori kejahatan yang sudah terorganisir karena para tersangka memiliki
peran masing-masing. Ada yang berperan sebagai produsen, menyiapkan bahan baku,
sebagai distributor dan ada yang perannya menyuplai ke rumah sakit.

Bahkan polisi yang bertugas
membrantas kasus vaksin palsu mengaku sulit untuk membrantas kejahatan
tersebut. Dikarenakan ada sebagian masyarakat yang ingin mendapatkan keuntungan
besar walaupun harus melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Peran Irnawati Sutanto Mirza
dalam kejahatan vaksin palsu

Peran Mirza dan Sutarman
diketahui sebagai memiliki apotek dengan manajemen keuangan terpisah. Mereka
dinyatakan bersalah karena mengedarkan produk farmasi dan alat kesehatan tanpa
izin. Mirza dihukum 8 tahun penjara. Sutarman dihukum 8 tahun penjara. Mirza
dan Sutarman adalah pasangan suami-istri sebagai pemilik apotek yang menjual
vaksin palsu.

Peran Irnawati selaku perawat
Rumah Sakit Harapan Bunda Pondokungu, ia juga berperan sebagai marketing. Irnawati
diadili oleh majelis hakim yang diketuai Marper Pandiangan dengan anggota Oloan
Silalahi dan Bahuri. Irnawati dinyatakan bersalah karena ikut menjual vaksin
palsu.

“Irnawati dinyatakan tidak
terbukti sebagai pengepul botol vaksin bekas, tetapi majelis hakim melihat terdakwa
ikut menjual vaksin palsu,” ujar mantan Ketua PN Sampit itu. Vonis Irnawati
jauh di bawah tuntutan jaksa, yang menuntut 12 tahun penjara.

Sedangkan Sutanto berperan
sebagai pencetak label kemasan vaksin palsu dituntut 5 tahun penjara dan denda
Rp 300 juta subsider 5 bulan kurungan.

Dan masih banyak lagi orang orang
yang berperan penting dalam kasus kejahatan besar vaksin palsu yang ada di
Indonesia.

Author Description

Redaksi

No comments yet.

Join the Conversation