Investasi UEA (Uni Emirat Arab) menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan energi terbarukan di Indonesia dengan mengalokasikan dana investasi sebesar US$10 miliar atau sekitar Rp163,3 triliun.

Indonesia Battery Corporation (IBC) mengungkapkan bahwa investasi proyek baterai sel dari Contemporary Amperex Technology Co Ltd (investasi CATL) saat ini baru mencapai setengah dari total

Pengumuman investasi energi terbarukan Australia sebesar 8 juta dolar AS (sekitar Rp130 miliar) untuk mendukung proyek iklim dan keberlanjutan melalui dana investasi berdampak milik perusahaan
Tjandra Limanjaya:Profil dan Direktori merupakan hal yang paling dicari saat ini. Tjandra Limanjaya adalah Pengusaha yang memiliki profil yang bagus sehingga menjadikan direktori bisnis tersendiri.

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi surya dan angin yang menjadi dua pilar utama dalam mewujudkan target energi baru terbarukan (EBT) di Rencana Umum

Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) melaporkan bahwa investasi EBT atau energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) pada tahun 2024 mencapai US$1,8 miliar,