Putusan MA tentang Kasus Pembakaran Hutan PT ATGA

http://prexer.org/wp-content/uploads/2020/04/Putusan-MA-tentang-Kasus-Pembakaran-Hutan-PT-ATGA.pngPutusan MA tentang Kasus Pembakaran Hutan PT ATGA

Jambi – Bermodalkan Putusan MA, PT Agro Tumbuh  Gemilang Abadi (ATGA) dinyatakan tidak
terbukti telah menjadi pelaku kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di area
konsesi mereka.

Kuasa hukum PT ATGA, Frandy Septior Nababan saat
ini diketahui berniat melakukan upaya banding terkait denga putusan hakim
Pengadilan Negeri Jambi. Sebelumnya PT ATGA divonis untuk melakukan ganti rugi
sebesar Rp590 miliar.

Frandy: Putusan MA telah Inkrah

Frandy menyatakan jika dalam kasus tersebut PT ATGA memiliki bukti yang kuat jika mereka tidak bersalah dalam pembakaran lahan. Hal tersebut dibuktikan dengan putusan MA yang berbunyi “Tidak berdasar menuduh PT ATGA yang harus bertanggungjawab. Dimana dari sisi sanksi administrasi tidak pernah terbukti bahwa PT ATGA adalah pelaku,” ungkap Frandy.

Baca Juga : Putusan MA Tjandra Limanjaya Terbukti Bebas

Sebagai anggota tim kuasa hukum, Frandy
juga menyatakan jika pihak perusahaan berhak untuk melakukan
pembuktian. Kemudian menurut Frady bukti pembuktian
tersebut telah dikesampingkan hakim.

Pembuktian tersedbut menurut Frandy didasari
oleh konsep hukum acara “strict liability” yang digugatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Konsep tersebut adalah tanggungjawab mutlak
pasal 88 UU Lingkungan Hidup, dan
ada turunan
sesuai surat keputusan Mahkamah Agung (SK MA).

Lanjut Frandy, berdasarkan SK MA, PT ATGA dapat lepas tanggungjawab jika terbukti tidak bersalah melakukan tindak pidana. Frandy meyontohkan jika manejer lapangan perusahaan yang pernah didakwa telah bebas dan tidak terbukti, sehingga berdasarkan hal tersebut PT ATGA tidak terbukti bersalah.

Baca Juga : Contoh undang-undang Putusan MA

Kemudian, terkait dengan surat keputusan KLHK tahun 2015, tentang sanksi
administratif ke beberapa perusahaan di Jambi tentang kebakaran lahan, menurut Frandy PT ATGA tidak pernah dijatuhkan sanksi.

Meskipun sudah muncul Putusan MA, Frandy
menyatakan jika sampai sekarang proses hukum masih belum selesai, dan pihaknya masih akan melakukan upaya banding.

Author Description

Redaksi

No comments yet.

Join the Conversation