Pelabuhan Celukan Bawang Alternatif Jalur Bahari Pariwisata Indonesia

http://prexer.org/wp-content/uploads/2018/09/Pelabuhan-Celukan-Bawang-Alternatif-Jalur-Bahari-Pariwisata-Indonesia.pngPelabuhan Celukan Bawang Alternatif Jalur Bahari Pariwisata Indonesia

Selain Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Celukan Bawang juga harus diperhatikan karena sebagai akses pendukung selain Airport tersebut. Demi mendorong industri pariwisata Indonesia melalui jalur bahari berdenyut semakin kencang.

Wakil Gubernur Bali terpilih, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, mengatakan untuk menguatkan pariwisata Bali, diperlukan satu tata kelola pulau yang komprehensif. Pengelolaan yang dimaksud yakni sesuai dengan karakteristik pariwisata Bali yang disebut Bali One Island Management for Wonderful Indonesia.

Pemerataan pembangunan pariwisata tetap harus dilakukan di Bali, walaupun sudah menjadi destinasi tingkat dunia. Sehingga, permasalahan yang menghambat pariwisata bisa segera teratasi. Pengelolaan terpadu Pulau Bali secara keseluruhan adalah kuncinya.

Tata kelola tersebut akan membagi perkembangan pariwisata Bali. Yaitu berdasarkan kekuatan daerahnya. Seperti Bali Timur (spiritual), Bali Barat (jasa dan usaha), Bali Selatan (pariwisata dan bisnis), Bali Tengah (seni dan budaya), dan Bali Utara (laut dan perikanan).

Localism saat ini menjadi sebuah trend terbaru. Di mana konsep village (desa) menjadi sumber daya tarik local wisdom yang memikat bagi wisman, terutama kalangan muda. Potensi itu dimiliki Bali, dan harus dikembangkan di Bali.

Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hariyanto juga sependapat. Ditambahkannya, faktor aksesibilitas juga harus diperhatikan. Seperti mendorong pengembangan pelabuhan di Celukan Bawang.

Karena pelabuhan Celukan Bawang merupakan pendukung Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Terlebih lagi saat ini industri pariwisata Indonesia melalui jalur bahari berdenyut semakin kencang. Hal ini terlihat dari banyaknya kapal pesiar yang bersandar di Bali.

“Seperti diketahui aksesibilitas merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan pariwisata. Bukan hanya akses udara tetapi akses bahari juga kita perhatikan. Selain itu pelabuhan ini juga sangat penting saat terjadi mitigasi bencana alam,” terang Hariyanto.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana, mengatakan penguatan pembangunan kepariwisataan memerlukan peran serta semua pihak. Sehingga, percepatan pembangunan dapat dilakukan. Terlebih lagi saat ini pariwisata telah menjadi core ekonomi bangsa.

Author Description

Redaksi

No comments yet.

Join the Conversation