Menanti Kapal Pesiar Celukan Bawang Sebagai Penyangga Pariwisata

http://prexer.org/wp-content/uploads/2018/09/Menanti-Kapal-Pesiar-Celukan-Bawang-Sebagai-Penyangga-Pariwisata.pngMenanti Kapal Pesiar Celukan Bawang Sebagai Penyangga Pariwisata

Kapal YACHT direncankan berlabuh di Celukan Bawang Kabupaten Buleleng pada 23-30 September 2018. Hal ini akan digabung dengan Festival Lovina dan Rally Yatch 2018 bertempat di dua titik yaitu di Pantai Lovina dan pantai pelabuhan Buleleng yang diharapkan yatch yang bersandar lebih dari 100.

Di Buleleng ada 4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Yaitu KSPN Bedugul dan Wanagiri  yang merupakan kerjasama Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng. Lalu ada KSPN Bali Utara yang terfokus di Lovina dan daerah penunjang desa desa wisata lainnya. Kemudian ada KSPN pemuteran dan KSPN TMBB (Taman Nasional Bali Barat) yang merupakan gabungan dari Kabupaten Buleleng dan Jembrana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun sumringah dengan rencana pengembangan pelabuhan celukan bawang Buleleng. Karena jumlah wisatawan yang bergerak melalui cruise besar. Dan mereka bisa berkeliling Indonesia di banyak destinasi yang sudah siap dengan pelabuhan dan CIQP-nya.

“Ini juga momentum kita untuk memperkenalkan destinasi lain di Indonesia. Wisata Bahari kita akan semakin hidup dan memang seharusnya begitu,” kata Menpar Arief Yahya.

Kawasan industri Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak diusulkan menjadi penyangga pariwisata di Buleleng barat. Ini tidak lepas karena pariwisata di kawasan ini belakangan semakin menggeliat. Salah satu buktinya adalah diliriknya Dermaga Pelabuhan Barang Celukan Bawang sebagai tempat berlabuhnya kapal pesiar asing. Selain itu, menggeliatnya pariwisata di kawasan ini adalah keberhasilan pelaku wisata dan tokoh masyarakat di Desa Pemuteran dan sekitarnya mengembangkan pariwisata, khususnya wisata bahari.

Celukan Bawang telah ditetapkan sebagai kawasan industri sesuai Perda No. 16 Tahun 2009 Tentang RTRW Propinsi Bali. Atas penetapan zona tersebut semestinya Buleleng barat dikembangkan sebagai kawasan penyangga.

Hal ini memungkinkan karena pariwisata tidak murni sebagai kawasan industri. Apalagi, sudah lebih dari sembilan tahun perda diundangkan, tetapi penerapannya terkesan kurang efektif.

Menurut Bupati sejalan perkembangan rute kunjungan kapal pesiar yang berkapasitas besar dan mengangkut ribuan wisatawan, Buleleng perlu mengusulkan kepada Panitia Khusus (Pansus) Revisi Perda Tentang RTRW Bali agar kawasan Celukan Bawang dan sekitarnya menjadi penyangga pariwisata.

Author Description

Redaksi

No comments yet.

Join the Conversation