Lewat Kemenperin Pemerintah Genjot Industri di Bali dan Indonesia Agar Kreatif

http://prexer.org/wp-content/uploads/2018/08/Lewat-Kemenperin-Pemerintah-Genjot-Industri-di-Bali-dan-Indonesia-Agar-Kreatif.jpgLewat Kemenperin Pemerintah Genjot Industri di Bali dan Indonesia Agar Kreatif

Demi menargetkan pertumbuhan industri di Bali sebesar 5,67 persen, Kementrian Perindustrian terus melakukan terobosan seperti lomba ide bisnis digital, kerajinan kreatif dan lain sebagainya.

Kemenperin lewat Sekjen Haris Munandar mengatakan Kemenperin menargetkan pertumbuhan industri di Bali dan sekitarnya pada tahun 2018 sebesar 5,67 persen dan kontribusi terhadap perekonomian Nasional sebesar 18,6 persen.

Dengan adanya terobosan-terobosan menarik dari pemerintah, diharapkan industri di bali mampu bersaing dengan daerah lainnya dalam bidang industri kreatif. Disisi lainnya, terobosan tersebut mampu menghasilkan generasi muda yang kreatif dan menjadi cikal bakal industri di bali dan Indonesia yang kreatif.

Kemenperin mengatakan, Untuk mencapai target pertumbuhan industri tersebut. Kemenperin akan memaksimalkan salah satunya kontribusi industri di bali dan Indonesia yang kreatif bernilai tambah tinggi.

“Sebagaimana kita ketahui, industri kreatif merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan oleh Kementerian Perindustrian. Mengingat penyerapan tenaga kerja yang cukup besar mencapai 13 persen. Ini dihitung dari total tenaga kerja nasional. Industri ekonomi kreatif pada posisi ke-4 dari 10 sektor ekonomi dalam kategori jumlah tenaga kerja,” jelasnya.

Data itu juga, kata dia, menunjukkan peningkatan kontribusi yang signifikan. Ada perhitungan terhadap perekonomian nasional yaitu rata-rata 10,14 persen. Dihitung rata-rata per tahun dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 7,8 persen.

Pengembangan SDM di bidang industri kreatif, dimaksudkan mengembangkan dan memanfaatkan untuk memberdayakan budaya Industri dan/atau kearifan lokal yang tumbuh di masyarakat terutama dalam rangka pengembangan industri di bali yang kreatif.

“Diantara 16 subsektor ekonomi kreatif, 3 sub sektor yang berkembang cukup pesat adalah desain komunikasi visual, musik, dan animasi video. Pemerintah dalam hal ini Kemeperin terus berupaya menggenjot pertumbuhan ekonomi. Adanya industri tersebut, diantaranya melalui program pengembangan SDM Industri, pengembangan wirausaha baru industri, serta kebijakan strategis lainnya,” jelasnya.

Bali merupakan wilayah potensial yang mampu melahirkan tenaga-tenaga kreatif. Tenaga yang  juga didukung pesona kearifan lokal dan telah terbukti disukai wisatawan mancanegara. Serangkaian kegiatan mulai dari lomba Ide Bisnis Digital, seminar, parade film animasi hasil program Teaching Factory Produksi Film hingga pameran produk digital dan kerajinan kreatif.

Author Description

Redaksi

No comments yet.

Join the Conversation