Industri Kreatif Kerajinan Kayu Bali Rambah Mancanegara

http://prexer.org/wp-content/uploads/2018/08/Industri-Kreatif-Kerajinan-Kayu-Bali-Rambah-Mancanegara.jpghttp://prexer.org/wp-content/uploads/2018/08/Industri-Kreatif-Kerajinan-Kayu-Bali-Rambah-Mancanegara.jpgIndustri Kreatif Kerajinan Kayu Bali Rambah Mancanegara

Indonesia memiliki banyak produk bernilai ekonomis yang punya peluang besar sebagai komoditas bisnis. Sering dikatakan oleh para pakar Seni Budaya bahwa seni budaya Bali cenderung diciptakan sebagai suatu persembahan kepada Maha Pencipta dan diwarnai dengan rasa pengabdian yang tinggi terhadap seni tersebut.

Karena itu kami akan membahas salah satu seni industri kreatif yang berada di Bali, salah satunya adalah kerajinan kayu. Produk semacam ini ternyata malah memiliki pasar yang besar di luar negeri. Komang Nuryani (34 tahun) yang merupakan pemilik usaha kerajinan patung kayu di daerah Gianyar Bali sudah membuktikannya. Istri I Made Murdata ini merupakan generasi kedua bisnis kerajinan kayu keluarganya.

Hampir 75% patung milik Komang memenuhi kebutuhan untuk pasar ekspor. Mayoritas untuk pasar Amerika, Jerman dan Inggris, pengrajin industri kreatif komang memesarkan produknya. Komang bilang, penjualan patung di 2016 mengalami perbaikan dibanding tahun sebelumnya.

Saat ini, patung gajah dan kuda berbahan kayu waru merupakan yang paling banyak dicari. Bahan waru banyak dicari karena memiliki warna alami, seperti warna hijau untuk patung gajah. Sedangkan untuk kuda, memakai jenis kayu dari pulau Jawa yang mempunyai warna agak kecokelatan. Tercatat pada Desember 2016 lalu, omzet bulanan Komang mencapai ratusan juta rupiah dengan keuntungan bersih mencapai Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per bulan.

Harga patung hewan ini beragam, paling murah Rp 50.000 dan paling mahal Rp 15 juta per unit. Mayoritas, pembeli di Wayan Loji Shop akan menjual kembali patung Komang. Saat ini, Komang punya 10 perajin dari Ubud dan Gianyar untuk memasok patung di gerainya. Komang biasanya memesan kayu gelondongan yang kemudian diserahkan pada perajin untuk di pahat sesuai pesanan atau tren pasar. Untuk pemasarannya, Komang mengandalkan dari mulut ke mulut dan internet.

Pesanan biasanya datang dari rekomendasi turis yang pernah berkunjung. Untuk menjaga pelanggan, Komang menjaga kualitas produknya. Menjadi salah satu pengrajin industri kreatif yang sukses, sangat bisa untuk menambah produktifitas Bali.

Author Description

Redaksi

No comments yet.

Join the Conversation