Harga Gas Bisa Turun Jika Hapus Trader Bertingkat

http://prexer.org/wp-content/uploads/2018/12/Harga-Gas-Bisa-Turun-Jika-Hapus-Trader-Bertingkat.jpgHarga Gas Bisa Turun Jika Hapus Trader Bertingkat

Kementeria Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) telah menghapus praktik trader gas bertingkat yang tidak
memiliki fasilitas. Pemerintah menganggap jika keberadaan trader gas bertingkat
dapat membuat harga gas ke pengguna akhir menjadi mahal.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar
mengungkapkan bahwa dengan adanya penghapusan trader bertingkat tersebut maka
harga gas dapat turun. Ini dikarenakan alokasi gas langsung diberikan kepada
badan usaha yang memiliki pipa gas atau pengguna akhir.

Harga gas untuk realokasi
tersebut telah sesuai dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang baru. Arcandra
telah memastikan PJBG hasil realokasi tersebut dapat menurunkan harga gas
kepada pengguna akhir.

Menurutnya penghapusan tersebut
akan memungkingkan saving dari sisi midtream. Sahingga sesuai PJBG jika turun
ya turun, sesuai PJBG bukan berarti tidak turun.

Perlu diketahui bahwa Kementerian
ESDM telah merealokasi enam kontrak gas kepada badan usaha yang telah memiliki
infrastruktur gas atau pengguna akhir. Yang pertama adalah realokasi gas dari
Lapangan Jatinegara PT Pertamina EP ke PT Bayu Buana Gemilang.

Sebelumnya gas dari PT Pertamina
tersebut dialokasikan untuk PT Sinergi Patriot yang kemudian menjualnya ke PT
Pasundan Resources. Dari Pasundan Resources dijual kembali ke PT Bayu Buana
Gemilang.

Kedua adalah realokasi gas dari
PT Pertamina Hulu Energi West Madua Offshore ke PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
Sebelumnya gas dari Blok WMO dialokasikan ke PT Gresik Migas badu ke PGN.

Ketiga adalah realokasi pasokan
gas dari JOB PHE-Talismasn Jambi Merang ke PT Inti Daya Latu Prima dan PGN.
Sebelumnya gas tersebut dijual ke PT Pembangunan Kota Batam terlebih dahulu
sebelum ke badan usaha tersebut.

Keempat adalah gas dari JOBPHE-Talisman
Jambi Merang direaloksi dari PT Pengembang Investasi Riau ke PT Gagas Energi
Indonesia. Sebelumnya pasokan gas tersebut mengalir dulu ke Pengembangan
Investasi Riau ke PT Taruko Energi dan baru dijual ke Gagas Energi.

Kelima pasokan gas dari Lapangan
Pulau Gading dan Sungai Kemawang JON PHE-Talisman Jambi Merang direalokasi dari
PDPDE Sumsel ke PT PDPDE Gas.

Author Description

Redaksi

No comments yet.

Join the Conversation